V-CLASS KE-2 ANALISIS KINERJA SISTEM
Nama : M.Rofid Hilmi
NPM : 15113172
Pretest :
Pengendalian internal
telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep
'proses pencapaian tujuan'.
Apakah maksud dari
konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?
Jawab :
Konsep ketersediaan
pengendalian inetern beralih ke konsep proses pencapaian tujuan.
Dengan konsep baru
tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk
pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yang deket dengan konsumenlah
yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling tepat
untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi.
Organisasi ini
sepenuhnya akan digerakan
oleh dinamika para
pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisai masing-masing.
Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yg serasi dibutuhkan seorang
manajer yg berfungsi sbg konduktor. Manajer
tersebut tidak lagi
harus memiliki pengetahuan
teknis seperti yang
dimiliki pemain orkesnya, tetapi
yg diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan
nada.
Postest :
Pengendalian TI
didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang
dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Terdapat 15 area
pengendalian, sebut dan jelaskan.
Jawab:
- Area Pengendalian ada 15 yaitu:
- Integritas Sistem
- Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas)
- Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W system
- Backup dan Recovery
- Contigency Planning
- System S/W Support
- Dokumentasi
- Pelatihan atau Training
- Administrasi
- Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
- Operasi
- Telekomunikasi
- Program Libraries
- Application Support (SDLC)
- Pengendalian Mikrokomputer
Penjelasan :
1. Integritas Sistem
a. Ketersediaan dan kesinambungan sistem
komputer untuk user
b. Kelengkapan, Keakuratan,
Otorisasi, serta proses yg auditable
c.
Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan
d. Preventive maintenance agreements untuk
seluruh perlengkapan
e. Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan
dengan yang diharapkan
f. Serta adanya program yang disusun untuk
operasi secara menyeluruh
2. Manajemen Sumber
Daya
a. Faktor-faktor yang melengkapi integritas
sistem
b. Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W,
S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan
dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar.
c. Hal-hal tersebut
di dokumentasikan secara
formal, demi proses
yang berkesinambungan
3. Pengendalian
Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
a. Menentukan adanya keterlibatan dan
persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w
sistem
b. Setiap pengembangan
dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta
telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.
4. Backup dan Recovery
a. Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data
processing disaster recovery planning
(rencana pemulihan data
dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
b. Baik berupa backup
dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI
(lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).
5. Contigency Planning
a. Perencanaan yang komprehenshif di dalam
mengantisipasi terjadinya ancaman
b.
terhadap fasilitas pemrosesan SI
c. Dimana
sebagian besar komponen
utama dari disaster
recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di
koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi
peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.
6. System S/W Support
a. Pengukuran
pengendalian dalam pengembangan,
penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat
perputarannya dibandingkan dengan S/W
aplikasiDengan ketergantungan yang
lebih besar kepada
staf teknik untuk integritas
fungsionalnya
b. Pengukuran
kendali pengamanan aplikasi
individu maupun pengamanan
logika
sistem secara
menyeluruh (systemwide logical security)
7. Dokumentasi
a. Integritas dan ketersediaan dokumen operasi,
pengembangan aplikasi, user dan S/W
sistem
b. Diantaranya dokumentasi program dan sistem,
buku pedoman operasi dan schedule operasi,
c. Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia
dokumentasi untuk tiap jenjang user.
8. Pelatihan atau
Training
a. Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan
untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas
aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya
b. Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan
9. Administrasi
a. Struktur organisasi dan bagannya, rencana
strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job
accounting dan/atau charge out yang digunakan
b. Termasuk
didalamnya pengukuran atas
proses pengadaan dan
persetujuan untuk
semua sumber daya SI.
10. Pengendalian
Lingkungan dan Keamanan Fisik
a. Listrik,
peyejuk udara, penerang
ruangan, pengaturan kelembaban,
serta kendali akses ke sumber
daya informasi
b. Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber
listrik cadangan, c. Juga pengendalian
dan backup sarana telekomunikasi
11. Operasi
a. Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan
SO
b. Review atas kelompok SO berdasarkan job
schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap
console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi
c. Daftar personel, dan nomor telepon yang harus
dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta
pengambilan cuti untuk setiap operator.
12. Telekomunikasi
a. Review terhadap logical and physical access
controls,
b. Metodologi pengacakan (encryption) terhadap
aplikasi electronic data interchange
(EDI)
c. Adanya
supervisi yang berkesinambungan terhadap
jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan
tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.
13. Program Libraries
a. Terdapat
pemisahan dan prosedur
pengendalian formal untuk
application source code dan
compiled production program code dengan yang disimpan di application test
libraries development
b. Terdapat review atas prosedur quality
assurance.
14. Application Support
a. Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun
terjadi kegagalan sistem
b. Sejalan dengan kesinambungan proses untuk
inisiasi sistem baru, manajemen c.
proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
d. Adanya review baik formal maupun informal
terhadap tingkat kepuasan atas SDLC
yang digunakan.
15. Microcomputer
Controls
a. Pembatasan yang ketat dalam pengadaan,
pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi
dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang
dimiliki,
b. Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk
menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.
Komentar
Posting Komentar