Kartinian, Google Tampilkan Doodle Bernuansa Etnik


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Hari ini, Kamis (21/4/2016), masyarakat kembali memperingati "Hari Kartini". Google pun tak ingin ketinggalan. Layanan mesin pencari tersebut meluncurkan doodle khusus "Hari Kartini" dengan nuansa etnik.
Hanya dibubuhi warna coklat, tampak ilustrasi Kartini di tengah-tengah kata "Google" menggantikan huruf "o". Kartini digambarkan sedang memegang buku.
Ia memang terkenal sangat memperhatikan pendidikan perempuan.
Bersama sang suami Raden Adipati Joyodiningrat, Kartini sempat mendirikan sekolah khusus perempuan yang terletak di Komplek Perkantoran Bupati Rembang.
Berbagai pemikirannya tertuang dalam buku terbitan Belanda berjudul "Door Duistermis tox Licht" atau "Habis Gelap Terbit Terang".
Buku tersebut merupakan kumpulan surat-menyurat Kartini dengan sahabat perempuannya di Belanda.
Pada tahun 1912 atau delapan tahun setelah Kartini wafat, keluarga Van Deventer mendirikan "Yayasan Kartini" yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan kepada wanita Indonesia di beberapa kota. Antara lain Surabaya, Semarang, Yogayakarta, Malang, Madiun dan Cirebon.
Ini bukan yang pertama kalinya Google memasang doodle untuk merayakan "Hari Kartini".
Anak perusahaan Alphabet tersebut memang kerap merayakan hari-hari besar dengan memajang doodle di laman utama mesin pencari.
Desainnya beragam, mulai dari ilustrasi sederhana hingga animasi yang ruwet.

Hasil Analisa
Judul               : Kartinian, Google Tampilkan Doodle Bernuansa Etnik
Penerbit           : TRIBUNNEWS.COM
Waktu              : Kamis, 21 April 2016
Artikel ini menjelaskan tentang Google yang  menghormati hari-hari besar ,dengan contoh memperingati Hari Kartini yang sedang berlangsung pada tanggal 21 april 2016, mesin pencari Google membuat doodle khusus “Hari Kartini” dengan nuansa etnik. Tampak di salah satu huruf “O” pada google Kartini digambarkan sedang memegang buku.
§  Kelebihan dalam artikel ini diantaranya :
1.      Google sangat menghormati hari-hari besar, dimana pada hal ini patut dicontoh karena tidak melupakan hari besar pahlawan
2.      Artikel ini membahas Google yang peduli dengan hari besar
3.      Pada artikel ini membahas keluarga Kartini yang membangun yayasan kepada wanita indonesia untuk keperluan pendidikan
§  Kekurangan dalam artikel ini diantaranya :
1.      Kesalahan penulisan dalam artikel yang sulit dimengerti pembaca




Beberapa kalimat yang harus diperbaiki diantaranya yaitu :
No
Kesalahan
Perbaikan
1
Google pun tak ingin ketinggalan.
Google pun tidak ingin ketinggalan.
2
Hanya dibubuhi warna coklat
Hanya diberikan warna coklat
3
mulai dari ilustrasi sederhana hingga animasi yang ruwet.

mulai dari ilustrasi sederhana hingga animasi yang sulit.


Saran   : Untuk penulis sebaiknya menggunakan ejaan yang baik dan benar sehingga dapat dipahami dengan baik oleh pembaca, dan mencari wawasan yang luas agar lebih banyak informasi untuk dituliskan ke dalam artikel.
Analisa dibuat oleh :
M.ROFID HILMI
15113172
3KA04

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS SPK

Internet Download Manager (IDM) 6.19 FINAL!!